selamat datang di blog ilfan

Translate

Kamis, 02 Oktober 2014

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

PERANGKAT LUNAK SEBAGAI PRODUK


Latar belakang Disiplin Rekayasa Perangkat Lunak

Faktor – faktor yang melatarbelakangi munculnya RP :

    · Ketidakmampuan organisasi mempredeksi waktu,usaha dan biaya untuk membangun perangkat
    · Perubahan nisbah/rasio biaya perangkat keras terhadap harga perangkat lunak
    · Kemajuan pesat perangkat keras
    ·Kemajuan dalam teknik-teknik pembuatan perangkat lunak
    ·Tuntutan yang lebih tinggi terhadap jumlah perangkat lunak
    ·Tuntutan yang lebih tinggi terhadap mutu perangkat lunak
    ·Meningkatnya peran pemeliharaan

SISTEM DIGITAL

Bilangan Biner
Sebagai contoh dari bilangan desimal, untuk angka 157:
157(10) = (1 x 100) + (5 x 10) + (7 x 1)
Perhatikan! bilangan desimal ini sering juga disebut basis 10. Hal ini dikarenakan perpangkatan 10 yang didapat dari 100, 101, 102, dst.
Mengenal Konsep Bilangan Biner dan Desimal
Perbedaan mendasar dari metoda biner dan desimal adalah berkenaan dengan basis. Jika desimal berbasis 10 (X10) berpangkatkan 10x, maka untuk bilangan biner berbasiskan 2 (X2) menggunakan perpangkatan 2x. Sederhananya perhatikan contoh di bawah ini! 

Sabtu, 27 September 2014

SISTEM INFORMASI BANK SAMPAH


 

    Bank Sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki
manajemen layaknya perbankan tapi yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Sampah yang
ditabung oleh  nasabah ditimbang dan dihargai dengan  sejumlah  uang  nantinya akan  dijual di
pengepul yang sudah bekerja sama.

Sistem ini melibatkan berbagai objek baik orang maupun benda diantaranya :

  •     Sampah  ( Sesuatu yang telah dibuang dimana belum mempunyai nilai ekonomis )

  •     Nasabah bank sampah (  Pihak  yang  memiliki Id  Nasabah dan menjadi pelanggan bank  sampah dalam hal  penyetoran sampah )

  •     Pengepul (  Pihak  yang  diajak kerja sama oleh bank  sampah dalam pembelian sampah untuk   merupiahkan sampah )
  •     Petugas bank sampah  ( Orang yang memiliki pengetahuan pencatatan secara sistematis, melakukan pemilahan dan penimbangan sampah yang ada di bank sampah )

 Sistem ini juga membantu berbagai kegiatan di Bank Sampah diantaranya :

  •     Transaksi penyetoran sampah oleh nasabah.

  •     Transaksi pembelian sampah oleh pengepul.

Sistem ini di buat dapat memberikan tujuan diantanya :

1. Menampilkan informasi data nasabah, Pengepul, Petugas.

2. Menampilkan informasi master data sampah.

3. Menampilkan informasi transakasi penyetoran sampah oleh nasabah.

4. Menampilkan informasi transakasi pembelian sampah oleh pengepul.

5. Membuat aliran Buku Kas.
    Transaksi pembelian sampah oleh pengepul.

Sistem ini di buat dapat memberikan tujuan diantanya :

1. Menampilkan informasi data nasabah, Pengepul, Petugas.

2. Menampilkan informasi master data sampah.

3. Menampilkan informasi transakasi penyetoran sampah oleh nasabah.

4. Menampilkan informasi transakasi pembelian sampah oleh pengepul.

5. Membuat aliran Buku Kas.


EERD 













Kebutuhan Procoder , Trigger , Function

Kebutuhan Procedure
Terdapat 12 procedure, yang fungsinya adalah untuk memudahkan pengisian data pada masing-masing table yaitu :
(procedure untuk insert),        
Tabel Nasabah
Tabel Pengepul
Tabel Petugas
Tabel Menyetor
Tabel Detail Menyetor
Tabel Membeli
Tabel Detail Membeli
Tabel Sampah
Tabel Sampah Logam
Tabel Sampah Non Logam
Tabel Jenis Sampah
Tabel Gudang


2.Trigger
 Sekumpulan perintah Stored Procedure yang secara otomatis dikerjakan ketika terjadi penyisipan (insert), pengubahan (update) atau penghapusan data (delete) pada sebuah tabel.


Tabel Detail Menyetor
 Ketika dilakukan insert data field Jumlah Setor Kg padaTabel Detail Menyetor, maka akan terjadi perubahan (update) field Jumlah Stok Sampah pada Tabel Gudang
(Penambahan Jumlah Stok Sampah).

Ketika terjadi batal transaksi dilakukan delete data field Jumlah Setor Kg pada Tabel Detail Menyetor, maka akan terjadi perubahan (update) field Jumlah Stok Sampah pada Tabel Gudang.
(Pengurangan Jumlah Stok Sampah).

 Tabel Detail Membeli
Ketika dilakukan insert data field Jumlah Beli Kg pada Tabel Detail Membeli, maka akan terjadi perubahan (update) field Jumlah Stok Sampah pada Tabel Gudang.
(Pengurangan Jumlah Stok Sampah).

Ketika batal transaksi dilakukan delete data field Jumlah Beli Kg pada Tabel Detail Membeli, maka akan terjadi perubahan (update) field Jumlah Stok Sampah pada Tabel Gudang.
(Penambahan Jumlah Stok Sampah).

3.Function
Function terdapat pengembalian nilai (return value). Karena function dapat mengembalikan sebuah nilai, function dapat diakses seperti layaknya sebuah variabel biasa.
 
  Tabel Detail Menyetor
Menampilkan perkalian dari field Harga Setor Kg dari Tabel Sampah dan Jumlah Setor Kg pada Tabel Detail Menyetor yang akan di tampilkan pada field baru yaitu Total Harga Setor

Tabel Detail Membeli
Menampilkan perkalian dari field Harga Beli Kg dari Tabel Sampah dan Jumlah Setor Kg pada Tabel Detail Menyetor yang akan di tampilkan pada field baru yaitu Total Harga Beli